Baik, kali ini saya mau sharing lagi tips mengelola keuangan UKM yang ke-5. Seperti biasa, kita coba ingat-ingat lagi tips yang sebelumnya yah. Okey, yg sebelumnya apa aja : pemisahan UP dan UU, RPU, BKM dan BKK serta HKB. Sekarang kita lanjut bahas tips yang ke-5.
Tips yang ke-5 yaitu PAK, yang artinya "Putar Arus Kas". Sering kali seorang entrepreneur berpusat pada keuntungan. Mengelola keuangan juga berarti mengelola piutang, hutang dan persediaan. Banyak usaha yang mengalami kesulitan kas, padahal kalau dilihat laporan keuangan nya cukup baik.
Coba perhatikan bagaimana mereka memutar kas. Putaran kas akan melambat jika penjualan kredit anda lebih banyak ketimbang penjualan kulakan atau tunai nya, atau jika anda harus menyimpan stok/persediaan barang dalam jumlah yang banyak. Anda harus mengupayakan penjualan kredit anda sama dengan pembelian kredit anda. Anda juga harus mampu menekan tingkat persediaan semaksimal mungkin agar tetap dapat memenuhi order namun tidak membebani keuangan usaha anda.
Okey, sekian tips yang dapat Saya share kali ini. Akan Saya lanjutkan lagi untuk tips yang selanjutnya, yaitu AHM. Apa itu AHM? Astra Honda Motor kah? Bukan, sekali lagi bukan!
Penasaran kan? Stay tuned terus di blog yah, segera saya share
Semoga bermanfaat. Salam hangat dan jabat erat dari jauh
Asep Hendriana
Pakar Keuangan Umar Usman Business School
Pin BB 5243.9417, WhatsApp +62.812.9777.5130
Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha
Tips Dahsyat Keuangan
Selasa, 28 Juli 2015
Senin, 27 Juli 2015
Tips Mengelola Keuangan UKM-4
Pagi sahabat blogger!!! Biar masih seger, Saya mau update langsung tips nya yah. Hari ini Kita sudah sampai pada tips yang ke-4 yaitu HKB. Sebelum Saya jelaskan mengenai HKB, mari kita ingat-ingat lagi tips-tips sebelumnya. Tips sebelumnya yaitu pemisahan UP (Uang Pribadi) dan UU (Uang Usaha), RPU (Rencanakan Penggunaan Uang) dan membuat BKM (Bukti Kas Masuk) serta BKK (Bukti Kas Keluar).
Kali ini kita bahas mengenai HKB, yang artinya "Hitung Keuntungan dengan Benar". Kita semua sepakat tujuan kita sebagai entrepreneur adalah mencari keuntungan. Namun tahukah anda berapa keuntungan yang didapatkan dari usaha Anda? Menghitung keuntungan dengan tepat sama pentingnya dengan menghasilkan keuntungan itu sendiri.
Nah, bagian yang paling kritikal adalah dalam menentukan dan menghitung biaya-biaya. Biasanya sebagian besar biaya diketahui karena melibatkan uang tunai/cash. Padahal banyak biaya-biaya lain yang tidak keluar secara cash tetapi kita lupa untuk memasukannya kedalam komponen biaya. Padahal ini sangat penting bagi Kita untuk menemukan dengan benar berapa jumlah keuntungan yang kita dapatkan.
Beberapa biaya yang keluar dengan tidak melibatkan uang kas antara lain : biaya penyusutan peralatan, amortisasi dll. Sebagian lagi biaya yang belum terjadi akan tetapi perlu kita cadangkan, misalnya : pajak dan bunga pinjaman, jika usaha kita menggunakan kredit dari dunia perbankan atau lembaga keuangan lainnya.
Sekian tips kali ini, masih ada 3 tips lagi mengenai mengelola keuangan UKM. Akan segera Saya share lebih lanjut. Stay tuned terus yah, semoga bermanfaat buat teman-teman semua.
Asep Hendriana
Pakar Keuangan Umar Usman Business School
Pin BB 52439417, WhatsApp 0812-9777-5130
Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha
Kali ini kita bahas mengenai HKB, yang artinya "Hitung Keuntungan dengan Benar". Kita semua sepakat tujuan kita sebagai entrepreneur adalah mencari keuntungan. Namun tahukah anda berapa keuntungan yang didapatkan dari usaha Anda? Menghitung keuntungan dengan tepat sama pentingnya dengan menghasilkan keuntungan itu sendiri.
Nah, bagian yang paling kritikal adalah dalam menentukan dan menghitung biaya-biaya. Biasanya sebagian besar biaya diketahui karena melibatkan uang tunai/cash. Padahal banyak biaya-biaya lain yang tidak keluar secara cash tetapi kita lupa untuk memasukannya kedalam komponen biaya. Padahal ini sangat penting bagi Kita untuk menemukan dengan benar berapa jumlah keuntungan yang kita dapatkan.
Beberapa biaya yang keluar dengan tidak melibatkan uang kas antara lain : biaya penyusutan peralatan, amortisasi dll. Sebagian lagi biaya yang belum terjadi akan tetapi perlu kita cadangkan, misalnya : pajak dan bunga pinjaman, jika usaha kita menggunakan kredit dari dunia perbankan atau lembaga keuangan lainnya.
Sekian tips kali ini, masih ada 3 tips lagi mengenai mengelola keuangan UKM. Akan segera Saya share lebih lanjut. Stay tuned terus yah, semoga bermanfaat buat teman-teman semua.
Asep Hendriana
Pakar Keuangan Umar Usman Business School
Pin BB 52439417, WhatsApp 0812-9777-5130
Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha
Minggu, 26 Juli 2015
Tips Megelolola Keuangan UKM-3
Hai sahabat blogger, mohon maaf agak terlambat untuk sharing lagi. Kali ini saya mau share tips yang ke-3 (ketiga) mengelola keuangan untuk UKM. Sedikit review semoga kita tidak lupa yah, tips ke-1 yaitu pemisahan UP dan UU, tips ke-2 yaitu RPU dan yang ketiga yang mau saya share kali ini yaitu BKM dan BKK. Apa itu? Yuk kita simak....
Mengelola sebuah usaha, tidak cukup dikelola dengan ingatan, akan tetapi kita memerlukan sebuah catatan dan bukti yang BAL (Benar, Akurat dan Lengkap). Minimal anda wajib memiliki BKM dan BKK yang artinya "Buku Kas Masuk" dan "Buku Kas Keluar", udah tau yah apa itu BKM dan BKK.
Untuk urusan catat mencatat ini sangat penting dan musti wajib kita lakukan. Bahkan Allah SWT pun memerintahkannya seperti yang difirmankan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqoroh : 282. Setelah anda mencatat dengan benar, akurat dan lengkap, Andapun harus menghitung serta mencocokan setiap hari jumlah uang fisik anda dengan yang tertera didalam catatan. So, jumlahnya harus sama yah. Kalau selisih berarti ada kesalahan yang harus dicari.
Mencocokan fisik uang dan catatan dilakukan sebagai kontrol terhadap transaksi keuangan dan memastikan tidak ada uang yang terselip. Sehingga jika sudah diketahui lebih awal, akan sangat dengan mudah bagi kita untuk mencari kesalahannya.
Tahapan selanjutnya, tingkatkan kemampuan administrasi anda untuk mencatat penjualan dan biaya, begitu juga dengan saldo piutang, persediaan, aset, hutang dan modal. Akan lebih baik jika semua dicatat didalam komputer (PC, laptop atau notebook). Dan lebih super lagi jika anda bisa membuat laporan keuangan sampai dengan neraca dan laba rugi.
Demikian sharing untuk kali ini, semoga bermanfaat. Tips selanjutnya akan segera saya share yah, yaitu tentang HKB, apa itu HKB? Stay tuned terus yah :)
Asep Hendriana
Pakar Keuangan Umar Usman Business School
Pin BB 52439417, WhatsApp 0812-9777-5130
Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha
Mengelola sebuah usaha, tidak cukup dikelola dengan ingatan, akan tetapi kita memerlukan sebuah catatan dan bukti yang BAL (Benar, Akurat dan Lengkap). Minimal anda wajib memiliki BKM dan BKK yang artinya "Buku Kas Masuk" dan "Buku Kas Keluar", udah tau yah apa itu BKM dan BKK.
Untuk urusan catat mencatat ini sangat penting dan musti wajib kita lakukan. Bahkan Allah SWT pun memerintahkannya seperti yang difirmankan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqoroh : 282. Setelah anda mencatat dengan benar, akurat dan lengkap, Andapun harus menghitung serta mencocokan setiap hari jumlah uang fisik anda dengan yang tertera didalam catatan. So, jumlahnya harus sama yah. Kalau selisih berarti ada kesalahan yang harus dicari.
Mencocokan fisik uang dan catatan dilakukan sebagai kontrol terhadap transaksi keuangan dan memastikan tidak ada uang yang terselip. Sehingga jika sudah diketahui lebih awal, akan sangat dengan mudah bagi kita untuk mencari kesalahannya.
Tahapan selanjutnya, tingkatkan kemampuan administrasi anda untuk mencatat penjualan dan biaya, begitu juga dengan saldo piutang, persediaan, aset, hutang dan modal. Akan lebih baik jika semua dicatat didalam komputer (PC, laptop atau notebook). Dan lebih super lagi jika anda bisa membuat laporan keuangan sampai dengan neraca dan laba rugi.
Demikian sharing untuk kali ini, semoga bermanfaat. Tips selanjutnya akan segera saya share yah, yaitu tentang HKB, apa itu HKB? Stay tuned terus yah :)
Asep Hendriana
Pakar Keuangan Umar Usman Business School
Pin BB 52439417, WhatsApp 0812-9777-5130
Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha
Rabu, 22 Juli 2015
Tips Mengelola Keuangan UKM-2
Setelah tips pertama terkait pemisahan Uang Pribadi (UP) dan Uang Usaha (UU), kali ini saya mau share tips kedua yaitu Rencanakan Penggunaan Uang (RPU). Kebetulan saya senang menggunakan singkatan-singkatan, dengan harapan mudah di hafal :)
Tips pertama UP vs UU, Tips kedua yaitu RPU - Rencanakan Penggunaan Uang. Okey mari kita bahas. Sebagai pelaku usaha, anda harus merencanakan penggunaan uang sebaik mungkin, sekalipun anda memiliki modal atau saldo kas yang lebih banyak dari yang anda perkirakan.
Tanpa perencanaan yang matang, anda akan segera menemukan diri anda dalam kondisi kekurangan dana. Sesuaikan pengeluaran yang akan anda lakukan dengan target-target penjualan dan penerimaan kas anda. Tundalah pengeluaran yang bersifat belanja modal yang tidak memberikan manfaat dalam peningkatan penjualan dan menurunkan biaya-biaya baik produksi maupun operasional.
Point nya adalah lakukan analisa "Cost and Benefit" untuk meyakinkan bahwa penggunaan uang anda tidak akan sia-sia dan akan memberikan return yang mengungtungkan untuk meningkatkan profit usaha anda
Sekian sharing saya kali ini, untuk tips ketiga yaitu "BKM dan BKK", apaan tuh?
Sabar yah nanti segera saya share
Semoga bermanfaat :)
Asep Hendriana
Pakar Keuangan Umar Usman Business School
Pin BB 52439417, WhatsApp 0812-9777-5130
Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha
Tips pertama UP vs UU, Tips kedua yaitu RPU - Rencanakan Penggunaan Uang. Okey mari kita bahas. Sebagai pelaku usaha, anda harus merencanakan penggunaan uang sebaik mungkin, sekalipun anda memiliki modal atau saldo kas yang lebih banyak dari yang anda perkirakan.
Tanpa perencanaan yang matang, anda akan segera menemukan diri anda dalam kondisi kekurangan dana. Sesuaikan pengeluaran yang akan anda lakukan dengan target-target penjualan dan penerimaan kas anda. Tundalah pengeluaran yang bersifat belanja modal yang tidak memberikan manfaat dalam peningkatan penjualan dan menurunkan biaya-biaya baik produksi maupun operasional.
Point nya adalah lakukan analisa "Cost and Benefit" untuk meyakinkan bahwa penggunaan uang anda tidak akan sia-sia dan akan memberikan return yang mengungtungkan untuk meningkatkan profit usaha anda
Sekian sharing saya kali ini, untuk tips ketiga yaitu "BKM dan BKK", apaan tuh?
Sabar yah nanti segera saya share
Semoga bermanfaat :)
Asep Hendriana
Pakar Keuangan Umar Usman Business School
Pin BB 52439417, WhatsApp 0812-9777-5130
Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha
Tips Mengelola Keuangan UKM-1
Setelah libur lebaran, kita lanjut ya. Kali ini saya mau berbagi tips keuangan untuk UKM.bagian 1. Kemarin saya sudah memberikan penjelasan singkat mengenai pentingnya implementasi manajemen keuangan untuk UKM. Pada bagian 1 (satu) ini saya mau berbagi tips teknis nya seperti apa penerapan manajemen keuangan untuk UKM.
Okey, pada tahap 1 (satu) ini, anda sebagai pelaku UKM harus memisahkan Uang Pribadi (UP) dan Uang Usaha (UU).
Kesalahan yang paling banyak dilakukan para pelaku UKM adalah mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha. Mungkin karena merasa usaha masih kecil, anda berfikir tidak masalah mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha. Namun yang terjadi, anda akan sangat sulit membedakan mana pengeluaran pribadi atau usaha. Sehingga, keperluan pribadi anda sedikit demi sedikit menggerogoti saldo kas usaha anda.
Jadi, segera pisahkan uang pribadi dan uang usaha anda secara fisik. Jika memang diperlukan, buat dua tempat uang yang berbeda, memakai dompet atau kotak uang, sehingga benar-benar anda pisahkan, baik uang secara fisik dan catatan nya. Akan lebih baik lagi jika anda menggunakan fasilitas perbankan. Misal membuka rekening khusus untuk uang pribadi dan uang usaha.
Yang lebih penting adalah disiplin dalam menerapkan pemisahan ini. Sekali lagi kuncinya adalah disiplin dan komitmen dalam implementasi nya. Sekian semoga bermanfaat, nanti akan saya lanjutkan ke bagian ke 2 (dua) nya yah.
Asep Hendriana
Pakar Keuangan Umar Usman Business School
Pin BB 52439417, WhatsApp 0812-9777-5130
Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha
Okey, pada tahap 1 (satu) ini, anda sebagai pelaku UKM harus memisahkan Uang Pribadi (UP) dan Uang Usaha (UU).
Kesalahan yang paling banyak dilakukan para pelaku UKM adalah mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha. Mungkin karena merasa usaha masih kecil, anda berfikir tidak masalah mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha. Namun yang terjadi, anda akan sangat sulit membedakan mana pengeluaran pribadi atau usaha. Sehingga, keperluan pribadi anda sedikit demi sedikit menggerogoti saldo kas usaha anda.
Jadi, segera pisahkan uang pribadi dan uang usaha anda secara fisik. Jika memang diperlukan, buat dua tempat uang yang berbeda, memakai dompet atau kotak uang, sehingga benar-benar anda pisahkan, baik uang secara fisik dan catatan nya. Akan lebih baik lagi jika anda menggunakan fasilitas perbankan. Misal membuka rekening khusus untuk uang pribadi dan uang usaha.
Yang lebih penting adalah disiplin dalam menerapkan pemisahan ini. Sekali lagi kuncinya adalah disiplin dan komitmen dalam implementasi nya. Sekian semoga bermanfaat, nanti akan saya lanjutkan ke bagian ke 2 (dua) nya yah.
Asep Hendriana
Pakar Keuangan Umar Usman Business School
Pin BB 52439417, WhatsApp 0812-9777-5130
Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha
Kamis, 09 Juli 2015
Tips Untuk Peserta JHT
Media lagi ramai bahas JHT (Jaminan Hari Tua). Ramai karena JHT baru bisa dicairkan ketika memasuki usia pensiun, sekitar 55 tahun. Disi lain kondisi perekonomian yang semakin terpuruk menyebabkan banyak industri yang gulung tikar dan buruh-buruh di PHK. Ketika mereka mau mencairkan JHT tidak bisa, dikarenakan usia belum memasuki masa pensiun.
Kali ini saya mau berbagi tips untuk pengguna JHT, terutama bagi mereka yang menanamkan iuran JHT nya di lembaga keuangan. Seperti kita ketahui bahwa tujuan dari iuran JHT, selain dari amanat undang-undang, adalah meringankan beban perusahaan untuk membayar pesangon karyawan ketika mereka pensiun. Supaya tidak terlalu berat, maka mulailah perusahaan bersama-sama karyawan membuat iuran untuk masa hari tua karyawan.
Dari sini sudah jelas bahwa tujuan iuran JHT ini adalah jangka panjang. Kita sebagai pengguna JHT harus betul-betul pintar dalam melihat kondisi ini. Iuran JHT ini oleh lembaga keuangan di investasikan dalam beberapa instrumen pasar keuangan seperti deposito, saham, reksadana dll.
Tips yang ingin saya sampaikan kali ini adalah dalam menentukan instrumen investasi atas dana iuran JHT yang kita setorkan melalui lembaga keuangan diatas. Biasanya setiap lembaga keuangan akan menawarkan kepada peserta JHT dalam memilih paket investasinya. Maka saran saya adalah tanamkan investasinya pada instrumen yang memiliki imbal balik besar, parameternya harus diatas inflasi, dan sifatnya jangka panjang. Dan pilihan itu akan jatuh pada reksadana dan saham.
Sekian tips yang dapat saya bagikan kali ini, semoga bermanfaat :)
Asep Hendriana
Pakar Keuangan Umar Usman Business School
Pin 52439417, WhatsApp 0812-9777-5130
Tips Mengelola Keuangan UKM
Walaupun sederhana, para pelaku UKM perlu menerapkan manajemen keuangan yang baik. Minimal memiliki buku catatan kas masuk dan keluar.
Kebanyakan UKM lebih tertarik untuk membahas ide dan inovasi bisnis, strategi marketing, produksi dan target penjualan dari pada berbicara manajemen keuangan.
Para pelaku UKM menganggap manajemen sebagai sesuatu hal yang akan berjalan dengan sendirinya. Kalau bisnis bagus, keuangan juga akan sama bagusnya. Jika usaha untung, maka uang akan mengalir begitu saja. Nah, kalau rugi bagaimana? Ini yang bahaya !!!
Persepsi tersebut ada benarnya, namun hati-hati bisa menyesatkan. Memang benar, sumber kas usaha adalah penjualan dan keuntungan. Tapi bisnis tidak sekedar bagaimana menghasilkan uang, melainkan juga bagaimana membelanjakan dan mengendalikannya.
Sebelum mengalami kerugian, mari kita pelajari beberapa prinsip dasar manajemen keuangan. Dengan sedikit pemahaman, anda bisa meminimalisir kerugian usaha yang anda jalankan.
Mau tau apa tips-tips nya? stay tune di blog yah :)
Besok segera di share tips keuangan untuk UKM
Salam hangat dan jabat erat
Asep Hendriana
Pakar Keuangan Umar Usman Business School
Pin 52439417, WhatsApp 0812-9777-5130
Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha
Kebanyakan UKM lebih tertarik untuk membahas ide dan inovasi bisnis, strategi marketing, produksi dan target penjualan dari pada berbicara manajemen keuangan.
Para pelaku UKM menganggap manajemen sebagai sesuatu hal yang akan berjalan dengan sendirinya. Kalau bisnis bagus, keuangan juga akan sama bagusnya. Jika usaha untung, maka uang akan mengalir begitu saja. Nah, kalau rugi bagaimana? Ini yang bahaya !!!
Persepsi tersebut ada benarnya, namun hati-hati bisa menyesatkan. Memang benar, sumber kas usaha adalah penjualan dan keuntungan. Tapi bisnis tidak sekedar bagaimana menghasilkan uang, melainkan juga bagaimana membelanjakan dan mengendalikannya.
Sebelum mengalami kerugian, mari kita pelajari beberapa prinsip dasar manajemen keuangan. Dengan sedikit pemahaman, anda bisa meminimalisir kerugian usaha yang anda jalankan.
Mau tau apa tips-tips nya? stay tune di blog yah :)
Besok segera di share tips keuangan untuk UKM
Salam hangat dan jabat erat
Asep Hendriana
Pakar Keuangan Umar Usman Business School
Pin 52439417, WhatsApp 0812-9777-5130
Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha
Langganan:
Postingan (Atom)






